Website murah bukan selalu jelek tampilannya. Tapi hampir selalu jelek ‘rasanya’ bagi pengunjung.
Bukan Cuma Desain — Ini yang Lebih Berbahaya
-
Kecepatan loading lambat Pengunjung modern sabar cuma 2–3 detik. Kalau lebih dari itu, 53% langsung pergi (data Google). Website murah sering pakai hosting shared yang penuh, gambar tidak dioptimasi.
-
Tidak mobile-friendly 70%+ traffic di Indonesia dari HP. Website murah sering tidak responsif → tampilan berantakan di HP.
-
Keamanan minim Tidak ada SSL proper, plugin outdated, mudah di-hack. Pengunjung melihat “Not Secure” di address bar → langsung curiga.
-
SEO yang buruk Susah muncul di Google. Artinya kamu bayar iklan terus-terusan karena website sendiri tidak bisa “bekerja” sendiri.
-
Tidak ada maintenance Setelah 6 bulan, plugin rusak, form kontak error, website down diam-diam.
Pengunjung Tidak Tahu “Kenapa”, Tapi Mereka Langsung Merasa
Mereka tidak tahu teknisnya. Tapi mereka merasa:
- “Kok lemot ya…”
- “Kok agak aneh tampilannya di HP…”
- “Kok kayak kurang profesional…”
Dan mereka pilih kompetitor yang tampil lebih “mahal” meskipun produk kamu sebenarnya lebih bagus.
Erjeweb tidak pernah tawarkan paket “paling murah”. Kami tawarkan website yang performanya terasa mahal — meskipun harganya tetap wajar.