Kamu bayar lunas, website sudah live, tapi pas ada masalah kecil… vendornya tidak bisa dihubungi. Ini cerita yang terlalu sering terjadi di industri ini.
Kenapa Banyak yang Menghilang?
- Freelancer sibuk proyek baru — setelah selesai satu, langsung ambil proyek berikutnya
- Tidak ada kontrak maintenance — mereka anggap “selesai = selesai”
- Tim agency berganti-ganti — orang yang handle proyek kamu sudah pindah
- Harga terlalu murah — tidak cukup margin untuk support jangka panjang
Apa Artinya Buat Kamu?
- Website yang tadinya bagus pelan-pelan rusak
- Kamu harus cari vendor baru lagi (biaya double)
- Kehilangan momentum bisnis karena website down atau error
Cara Memilih Vendor yang Tidak Akan Menghilang
Tanya 3 pertanyaan ini di awal:
- “Setelah proyek selesai, masih bisa hubungi untuk maintenance?”
- “Ada paket maintenance bulanan/triwulanan nggak?”
- “Siapa yang akan handle website saya nanti — orang yang sama atau tim lain?”
Erjeweb dibangun dengan model berbeda: satu orang dari awal sampai akhir, dan kami jaga jumlah proyek supaya tetap bisa support klien lama. Bukan karena kami lebih baik dari semua orang, tapi karena kami sadar bahwa website adalah aset jangka panjang — bukan proyek sekali jalan.
Kalau kamu sedang mempertimbangkan vendor website, tanya dulu soal “setelah selesai” sebelum membahas harga. Itu yang paling menentukan.